Langsung ke konten utama

Postingan

prolog personal project novel "Senandung Rindu"

     Falisha adalah gadis yang cantik. Bahkan teramat cantik. Kata cantik pun tidak cukup untuk menggambarkan keindahan paras dan wajahnya. Senyumnya selalu di idamkan semua orang disekelilingnya. Juga lentik bulu matanya yang begitu menawan. Saat Falisha tersenyum di pagi hari, tetesan embun akan bersenandung ria memandangnya. Ketika senyumnya terlihat di siang hari, tetesan keringat akan berubah menjadi tetasan  salju yang mengalir. Begitu dingin dan segar. Namun, apalagi ketika falisah tersenyum di malam hari. Gelap pekatnya malam tidak lagi terasa. Memandangnya bagai memandang kejora di tengah ribuan bintang yang bertaburan di angkasa raya.      Begitu rumit untuk melukiskan kekaguman Azzam pada gadis manis itu. Bagai awan yang merindukan tetesan hujan. Setiap saat tidak ada waktu yang terlewat tanpa terbayang wajah anggun Falisha. Ketika hati telah terpaut dengan keagungan kata cinta, sirnalah semua kebencian, kekurangan dan kelemahan. Yan...
Postingan terbaru

lelaki idaman

LAKI-LAKI adalah ciptaan Tuhan yang paling INDAH . DIA banyak mengalah dari umur yang sangat MUDA . Dengan senang DIA membelanjakan semua uangnya untuk beli Hadiah, untuk yang DIA cinta, hanya untuk melihat DIA tersenyum. DIA korbankan masa lajangnya hanya untuk seorang WANITA, DIA korbankan masa mudanya demi ISTRI dan ANAK-ANAKNYA . Dengan bekerja sampai malam tanpa mengeluh. DIA bina masa depan mereka sekeluarga. Dengan hutang dan membayar cicilan sampai STRESS . DIA telah bersusah payah, namun masih dimarahi ISTRI DAN ATASAN. Kehidupan DIA berakhir hanya untuk mengalah demi KEBAHAGIAAN ORANG LAIN. Kalau DIA keluar rumah, kata orang DIA NGELAYAP . Kalau DIA tinggal di rumah, kata orang DIA PEMALAS . Kalau DIA marahi anak-anak, kata orang DIA GALAK. Kalau DIA tidak marah, katah orang DIA LELAKI YANG TIDAK TEGAS . Kalau DIA tidak bolehkan istri bekerja, kata orang DIA ORANG YANG MENGEKANG . Kalau DIA bolehkan istri bekerja, kata orang DIA MAKA...

embun pagi

memeluk rindu

              27 Agustus 2010, adalah tanggal keberangkatanku. Tinggal dua hari lagi. Semua keperluan sudah aku siapkan. Bahkan beberapa barang sudah aku masukkan ke dalam koper. Namun tidak bisa aku pungkiri, hatiku tidak pernah tenang. Setiap hari selalu merasa gelisah. Tidak jarang perasaan ragu menyergapku. Tapi semua sudah terlanjur sampai disini. Aku tidak mungkin membatalkannya. Selain tenaga yang terbuang juga dana yang aku keluarkan pun begitu besar. Mungkin ini hanyalah bisikan syetan yang tidak akan pernah rela seseorang menempuh jalan kebaikan.                             Mendekati hari keberangkatanku, kamu terlihat semakin lemas. Seperti kehilangan semangat hidup. Matamu selalu terlhat sembab karena terlalu banyak mengeluarkan air mata. Aku merasa, bahwa akulah penyebab ka...