Falisha adalah gadis yang cantik. Bahkan teramat cantik. Kata cantik pun tidak cukup untuk menggambarkan keindahan paras dan wajahnya. Senyumnya selalu di idamkan semua orang disekelilingnya. Juga lentik bulu matanya yang begitu menawan. Saat Falisha tersenyum di pagi hari, tetesan embun akan bersenandung ria memandangnya. Ketika senyumnya terlihat di siang hari, tetesan keringat akan berubah menjadi tetasan salju yang mengalir. Begitu dingin dan segar. Namun, apalagi ketika falisah tersenyum di malam hari. Gelap pekatnya malam tidak lagi terasa. Memandangnya bagai memandang kejora di tengah ribuan bintang yang bertaburan di angkasa raya. Begitu rumit untuk melukiskan kekaguman Azzam pada gadis manis itu. Bagai awan yang merindukan tetesan hujan. Setiap saat tidak ada waktu yang terlewat tanpa terbayang wajah anggun Falisha. Ketika hati telah terpaut dengan keagungan kata cinta, sirnalah semua kebencian, kekurangan dan kelemahan. Yan...